Belum Tayang, Ratusan Ribu Netizen Tandatangani Petisi Pembatalan Drama “Snowdrop” yang Dibintangi Jung Hae In dan Jisoo BLACKPINK – Knesia.com

  • Whatsapp
Belum Tayang, Ratusan Ribu Netizen Tandatangani Petisi Pembatalan Drama "Snowdrop" yang Dibintangi Jung Hae In dan Jisoo BLACKPINK - iniKpop

KNESIA.com: Belum Tayang, Ratusan Ribu Netizen Tandatangani Petisi Pembatalan Drama “Snowdrop” yang Dibintangi Jung Hae In dan Jisoo BLACKPINK – Knesia.com,

Menyusul kontroversi baru-baru ini tentang distorsi sejarah dan budaya dari drama SBS ‘Joseon Exorcist,’ drama mendatang ‘Snowdrop’ juga kini menjadi pusat perhatian karena diduga mendistorsi sejarah Korea Selatan.

Read More

Pada 28 Maret, lebih dari seratus ribu netizen telah menandatangani petisi nasional ke Blue House untuk membatalkan drama tersebut. Petisi itu sendiri telah dibuka sejak 26 Maret hingga 25 April mendatang.

Menurut informasi yang telah terungkap, ‘Snowdrop’ akan memiliki set tahun 80-an. Drama ini akan memfokuskan ceritanya pada Yeoju, seorang mahasiswi yang salah mengira Namjoo sebagai seorang aktivis. Namjoo adalah mata-mata komunis bersenjata Korea Utara yang datang ke Korea Selatan. Yeoju dan Namjoo kemudian jatuh cinta.

Drama ini akan ditulis oleh penulis naskah Yoo Hyunmi dan sutradara Jo Hyuntak, yang sebelumnya bekerja sama untuk serial hit JTBC ‘SKY Castle.’ Para aktor yang dikonfirmasi bintangi drama ini antara lain adalah Jung Haein, Jisoo BLACKPINK, Jang Seungjo, Yoon Seah, Kim Hyeyoon, dan Jung Yoojin (Eugene Jung).

Tanggapan JTBC

Terkait hal tersebut, JTBC telah merilis pernyataan resmi melalui media sosial mereka. Perusahaan penyiaran itu menekankan, “‘Snowdrop’ bukanlah drama yang meromantiskan atau merangkul mata-mata selama Gerakan Demokratik Korea Selatan. Drama ini adalah komedi hitam satir tentang pemilihan presiden, yang berlangsung pada 1980-an selama rezim militer. Drama ini juga melodrama tentang pengorbanan pria dan wanita muda selama waktu tersebut.”

Menurut JTBC, bagian yang bocor telah ditafsirkan di luar konteks dan sepenuhnya berdasarkan spekulasi. Mereka mengungkapkan, “Tuduhan tentang plot yang menggambarkan ‘mata-mata Korea Utara sebagai yang memimpin Gerakan Demokratik,’ ‘karakter yang didasarkan pada tokoh yang nyata,’ serta ‘merangkul dan meromantisasi otoritarianisme’ semuanya salah.”



Terakhir, JTBC juga meminta masyarakat untuk tidak membuat opini yang ngawur tentang drama tersebut.

Apa pendapatmu tentang hal ini?

Sumber: (1) (2)



SOURCE
KNESIA.com

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *